There are no costs, but wonderful rewards(مكافأة عظيمة).Let's continue praying for one another.
As we look at this article we realize how true the Messenger (P. B.U.H)was these signs were prophesized 1400 years ago!!! Take a look.... Now this is scary(مخيف) but soooooooo TRUE!!!!
Ø Camels will no longer be used as a means of transport;
Ø People will ride on saddles(المركبات الفاخرة) that aren't saddles (cars?)
Ø The distance on earth will become short; تم طي المسافات
Ø Horses will not be used in wars;
Ø Muslims will defeat the Byzantines which will end with the conquest of Constantinople(Istanbul)
Ø The Jews will gather again to live in Bilad Canaan; (بلاد كنعان)
Ø Very tall buildings will be built; (أبراج منتشرة في جميع أنحاء العالم)
Ø The disappearance of knowledge(زوال العلم)and the appearance of ignorance,(ظهور الجهل)with much killing;
Ø Adultery(الزنا) will become widespread, and the drinking of wine willbecome common;
Ø The number of men will decrease and the number of women will increase until there are 50 women to be looked after by one man.
Ø Islam will become worn out (بالية و رثة)like clothes are, until no one will know what fasting, prayer, charity and rituals (شعائر)are;
Ø Allah will send a disease to fornicators (الزانى)that will have no cure (Aids?);
Ø People will begin to believe in the stars and reject AL QADAR (THE DIVINE DECREE OF DESTINYالقضاء و القدر);
Ø Men will pass by people's graves and say: 'Would that I was in his place'; (large amount of suicidal deathsوفيات انتحارية?)
Ø The Euphrates will uncover a mountain of gold for which people will fight over (the river of Alfurat that lies near Syria );
Ø Two large groups of people will fight one another, and there will be many casualties; they will both be following the same religion (World War III?);
Ø Approximately 30 DAJJALSدجّالون will appear, each one claiming to be the messenger of ALLAH;
Ø Earthquakes زلازل will increase;
Ø Time will pass quickly;
Ø Afflictions أمراض و بلاويwill appear;
Ø Killing will increase;
Ø Wealth will increase;
Ø Women will be wearing clothes but not wearing clothes التعري كما نراه
Ø THE PROPHET (s.a.w.) SAID: 'IF MY UMMAH BEARS 15! TRAITS سمات/صفات (QUALITIES), TRIBULATION محنة WILL FOLLOW IT.' (DAY OF JUDGEMENT) SOMEONE ASKED,'WHAT IS THEY O MESSENGER OF ALLAH?' HE (s.a.w) SAID:
Ø When any gain is shared out only among the rich, with no benefit to the poor;
Ø When a trust (أمانة)becomes a means of making profit ;
Ø When paying ZAKKAT becomes a burden;
Ø When voices (رفع أصوات كما نشاهده الآن)are raised in the mosque;
Ø When the leader of a people is the worst of them;
Ø When people treat a man with respect because what he may do;
Ø When much wine is drunk;red wind or the earth swallow them,or to be transformed into animals.'
Ø 'IMRAN IBN HUSAYN SAID: 'THE PROPHET (AS) SAID, 'SOME PEOPLE OF THIS UMMAH WILL BE SWALLOWED BY THE EARTH, TRANSFORMED INTO ANIMALS, AND SOME WILL BE BOMBARDED WITH STONES'. ONE OF THE MUSLIMS ASKED, WHEN WILL THAT BE O MESSENGER Of ALLAH?' HE SAID, 'WHEN SINGERS AND MUSICAL INSTRUMENTS WILL BECOME POPULAR, AND MUCH WINE IS DRUNK.''
Ø THE GREATER SIGNS علامات كبرىOF THE HOUR The Quran will disappear in one night, even from the people's hearts, and no Ayyah will be left on earth.(Some groups of old people will be left who will say: 'We heard of fathers'saying 'LAILLAHA ILLA ALLAH' so we repeat it)
Ø The appearance of the MAHDI;
Ø The appearance of the DAJJAL (Anti Christ);
Ø The appearance of Ya'juj and Ma'juj (biblical Gog and Magog);
Ø Isa (Jesus) will come during the time of Dajjal;
Ø The rising of the Sun from the west;
Ø The destruction of the Ka'ba and the recovery of its treasures;
Ø The smoke.
Monday, March 29, 2010
Friday, March 26, 2010
Kerabu Bunga Betik
Bahan-Bahan:
1 mangkuk bunga betik (dari pokok betik jantan)7 batang cili api,
4 biji bawang merah,
3 biji bawang putih,
1.00g udang kering,
1 cawan kelapa parut,
belacan,
assam jawa dan asam keping,
garam dan gula secukup rasa.
Cara:
Bunga betik di rebus bersama 3 asam keping untuk hilangkan rasa pahit(rebus hingga empuk)Cili, bawang merah dan putih, udang kering, belacan ditumbuk bersama sedkit garam,Gaulkan kelapa parut bersama bahan tumbuk ,assam jawa , gula dan garam.
Bunga betik ditoskan untuk hilangkan air.
Masak bahan yang digaul tadi dalam kuali.
masak atas api hingga berbau wangi , rasa asam garam dan gula baru masukkan bunga betik dan kacau selama 5 minit. Angkat sedia untuk dimakan
Cadangan Hidangan:
Hidangan ini rasanya pahit sedap sesuai untuk yang ingin awet muda,
Jika suka boleh ganti udang kering dengan ikan bilis
Resipi ini boleh diubah suai guna pucuk betik
1 mangkuk bunga betik (dari pokok betik jantan)7 batang cili api,
4 biji bawang merah,
3 biji bawang putih,
1.00g udang kering,
1 cawan kelapa parut,
belacan,
assam jawa dan asam keping,
garam dan gula secukup rasa.
Cara:
Bunga betik di rebus bersama 3 asam keping untuk hilangkan rasa pahit(rebus hingga empuk)Cili, bawang merah dan putih, udang kering, belacan ditumbuk bersama sedkit garam,Gaulkan kelapa parut bersama bahan tumbuk ,assam jawa , gula dan garam.
Bunga betik ditoskan untuk hilangkan air.
Masak bahan yang digaul tadi dalam kuali.
masak atas api hingga berbau wangi , rasa asam garam dan gula baru masukkan bunga betik dan kacau selama 5 minit. Angkat sedia untuk dimakan
Cadangan Hidangan:
Hidangan ini rasanya pahit sedap sesuai untuk yang ingin awet muda,
Jika suka boleh ganti udang kering dengan ikan bilis
Resipi ini boleh diubah suai guna pucuk betik
Saturday, February 27, 2010
Kod Babi Pada Makanan - Penting Untuk Umat Islam
Salah seorang rakan saya bernama Syeikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Ubat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua mereka barang, makanan dan ubat-ubatan.
Produk apa pun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat izin dari Badan pengawas Ubat dan Makanan Perancis dan Syeikh Sahib bekerja diBadan tersebut bahagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui pelbagai jenis bahan makanan yang dipasarkan.
Banyak daripada bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematik seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Syeikh Sahib menemukan bentuk matematik tersebut, dia ingin tahu dan kemudian menanyakan kod matematik tersebut kepada seorang Perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab "KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA.
Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Syeikh Sahib dan dia kemudian mula mencari tahu kod matematik tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup memeranjatkan kaum Muslimin didunia.
Hampir di seluruh negara barat termasuk Eropah, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Penternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah penternak babi mencapai lebih dari 42.000.
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan haiwan lainnya. Namun orang Eropah dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut.
Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang;di manakah lemak-lemak babi tersebut ? Jawapannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di tempat perniagaan (secara) kecil-kecilan dalam pengawasan Badan POM dan yang memusingkan badan babi tersebut adalah untuk membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar.
Kemudian mereka berfikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut .Sebagai awal kajian, mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil.
Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan Dalam pada itu negara-negara di Eropah memperlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan,ubat- ubatan harus dicantumkan pada kemasan.
Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk. Mereka yang sudah tinggal di Eropah selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut.
Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi negara pengeksport.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya diketahui oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kod tersebut diawalkan dengan kod E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, coklat, gula-gula, biskut, makanan dalam tin, buah-buahan dalam tin dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & ubat-ubatan lainnya.
Semenjak produk - produk tersebut di atas banyak di pasaran, kita sebagai masyarakat Muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu,kekerasan dan seks bebas.
Oleh itu, saya mohon kepada semua umat Islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokkannya dengan daftar kod E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kod-kod berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kod-kod tersebut dibawah ini mengandung lemak babi.
E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252,E270, E280, E325,E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433,E434, E435, E436, E440,E470, E471, E472, E473, E474, E475,E476, E477, E478, E481, E482, E483,E491, E492, E493, E494, E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat Islam untuk mengikuti syariat Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara kita.
Produk apa pun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat izin dari Badan pengawas Ubat dan Makanan Perancis dan Syeikh Sahib bekerja diBadan tersebut bahagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui pelbagai jenis bahan makanan yang dipasarkan.
Banyak daripada bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematik seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Syeikh Sahib menemukan bentuk matematik tersebut, dia ingin tahu dan kemudian menanyakan kod matematik tersebut kepada seorang Perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab "KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA.
Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Syeikh Sahib dan dia kemudian mula mencari tahu kod matematik tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup memeranjatkan kaum Muslimin didunia.
Hampir di seluruh negara barat termasuk Eropah, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Penternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah penternak babi mencapai lebih dari 42.000.
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan haiwan lainnya. Namun orang Eropah dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut.
Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang;di manakah lemak-lemak babi tersebut ? Jawapannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di tempat perniagaan (secara) kecil-kecilan dalam pengawasan Badan POM dan yang memusingkan badan babi tersebut adalah untuk membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar.
Kemudian mereka berfikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut .Sebagai awal kajian, mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil.
Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan Dalam pada itu negara-negara di Eropah memperlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan,ubat- ubatan harus dicantumkan pada kemasan.
Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk. Mereka yang sudah tinggal di Eropah selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut.
Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi negara pengeksport.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya diketahui oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kod tersebut diawalkan dengan kod E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, coklat, gula-gula, biskut, makanan dalam tin, buah-buahan dalam tin dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & ubat-ubatan lainnya.
Semenjak produk - produk tersebut di atas banyak di pasaran, kita sebagai masyarakat Muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu,kekerasan dan seks bebas.
Oleh itu, saya mohon kepada semua umat Islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokkannya dengan daftar kod E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kod-kod berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kod-kod tersebut dibawah ini mengandung lemak babi.
E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252,E270, E280, E325,E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433,E434, E435, E436, E440,E470, E471, E472, E473, E474, E475,E476, E477, E478, E481, E482, E483,E491, E492, E493, E494, E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat Islam untuk mengikuti syariat Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara kita.
Sunday, October 18, 2009
Maki pengetua dalam Internet
Oleh Riadz Radzi
riadz@hmetro.com.my
JITRA: Gara-gara menggunakan laman web sosial untuk memaki hamun pengetua sekolah, seorang pelajar tingkatan empat sebuah sekolah berasmara penuh di sini, dibuang sekolah Mei lalu.
Rakannya yang berada dalam kelas lain, juga dibuang sekolah bulan lalu kerana menampar 15 pelajar junior.
Tindakan dua pelajar itu didedahkan Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk T Murugiah, yang mengadakan pertemuan dengan ibu bapa kedua-dua pelajar terbabit bersama pengetua sekolah berkenaan di sini, semalam.
Murugiah berkata, dia amat bersetuju dengan tindakan tegas pengetua terbabit untuk mendisiplinkan pelajar.
“Pelajar terbabit bukan dibuang sewenang-wenangnya, tetapi ada sebab. Jika kes sebegini didiamkan tanpa tindakan, ia tidak akan menyedarkan mereka (pelajar).
“Mereka sebenarnya tidak dibuang, sebaliknya dinasihat bertukar ke sekolah lain. Ini bukan menganiaya tetapi memberi peluang kepada mereka belajar di sekolah lain,” katanya ketika ditemui di sekolah itu semalam.
Murugiah berkata, dalam kes pertama Mei lalu, pelajar terbabit menggunakan laman web Friendster untuk memaki hamun serta menulis kata-kata kesat terhadap pengetua sekolah berkenaan manakala kes kedua, seorang lagi pelajar yang juga pengawas, menampar 15 pelajar tingkatan satu dan dua membabitkan kesalahan kebersihan asrama.
Selepas disingkirkan daripada sekolah, ibu bapa kedua-dua pelajar yang masing-masing dari Sungai Siput, Perak dan Alor Star membuat aduan kepada Biro Pengaduan Awam Jabatan Perdana Menteri (JPM).
Mereka juga berjumpa Murugiah sendiri, Sabtu lalu, yang ketika itu sedang berkempen membantu Barisan Nasional (BN) dalam Pilihan Raya Kecil Dewan Undangan Negeri Bagan Pinang, Negeri Sembilan.
“Selepas berbincang dengan Timbalan Menteri Pelajaran, Datuk Dr Puad Zarkashi, saya perlu menyelesaikan masalah ini dan datang ke sini hari ini (semalam) berbincang dan menyelesaikannya bersama ibu bapa terbabit dan pengetua,” katanya.
riadz@hmetro.com.my
JITRA: Gara-gara menggunakan laman web sosial untuk memaki hamun pengetua sekolah, seorang pelajar tingkatan empat sebuah sekolah berasmara penuh di sini, dibuang sekolah Mei lalu.
Rakannya yang berada dalam kelas lain, juga dibuang sekolah bulan lalu kerana menampar 15 pelajar junior.
Tindakan dua pelajar itu didedahkan Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk T Murugiah, yang mengadakan pertemuan dengan ibu bapa kedua-dua pelajar terbabit bersama pengetua sekolah berkenaan di sini, semalam.
Murugiah berkata, dia amat bersetuju dengan tindakan tegas pengetua terbabit untuk mendisiplinkan pelajar.
“Pelajar terbabit bukan dibuang sewenang-wenangnya, tetapi ada sebab. Jika kes sebegini didiamkan tanpa tindakan, ia tidak akan menyedarkan mereka (pelajar).
“Mereka sebenarnya tidak dibuang, sebaliknya dinasihat bertukar ke sekolah lain. Ini bukan menganiaya tetapi memberi peluang kepada mereka belajar di sekolah lain,” katanya ketika ditemui di sekolah itu semalam.
Murugiah berkata, dalam kes pertama Mei lalu, pelajar terbabit menggunakan laman web Friendster untuk memaki hamun serta menulis kata-kata kesat terhadap pengetua sekolah berkenaan manakala kes kedua, seorang lagi pelajar yang juga pengawas, menampar 15 pelajar tingkatan satu dan dua membabitkan kesalahan kebersihan asrama.
Selepas disingkirkan daripada sekolah, ibu bapa kedua-dua pelajar yang masing-masing dari Sungai Siput, Perak dan Alor Star membuat aduan kepada Biro Pengaduan Awam Jabatan Perdana Menteri (JPM).
Mereka juga berjumpa Murugiah sendiri, Sabtu lalu, yang ketika itu sedang berkempen membantu Barisan Nasional (BN) dalam Pilihan Raya Kecil Dewan Undangan Negeri Bagan Pinang, Negeri Sembilan.
“Selepas berbincang dengan Timbalan Menteri Pelajaran, Datuk Dr Puad Zarkashi, saya perlu menyelesaikan masalah ini dan datang ke sini hari ini (semalam) berbincang dan menyelesaikannya bersama ibu bapa terbabit dan pengetua,” katanya.
Pelajar maki pengetua dinasihat tukar sekolah
Oleh Siti Fatimah Mohamed Anwar
ctfa@bharian.com.my
Perbuatan kutuk dalam laman Friendster dianggap kesalahan berat
JITRA: Seorang pelajar Tingkatan Empat, sebuah sekolah berasrama penuh, di sini, dikenakan tindakan tegas iaitu dinasihatkan berpindah ke sekolah lain selepas dikesan menjadikan laman sosial sebagai medan melakukan serangan peribadi terhadap pengetuanya.
Perkara itu didedahkan Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk T Murugiah, yang hadir ke sekolah itu semalam bagi menyelesaikan kes berkenaan selepas menerima aduan berhubung perkara berkenaan daripada ibu bapa pelajar itu.
"Pelajar berkenaan melakukan perkara itu melalui Friendster pada Mei lalu dan perbuatan memaki hamun pengetua sekolah dengan perkataan kesat walaupun di laman sosial dianggap satu kesalahan berat.
"Hari ini (semalam) saya ke sekolah ini untuk berjumpa pengetua dan ibu bapa pelajar berkenaan bagi menyelesaikan kes ini.
"Pengetua menjelaskan pelajar itu memaki hamun beliau menggunakan perkataan kesat dan kotor bagi mengutuknya dalam laman Friendster. Justeru, beliau bertindak mengenakan tindakan tegas iaitu mengarahkan pelajar berkenaan berpindah ke sekolah lain sebagai pengajaran terhadap kesalahan dilakukan," katanya.
Murugiah berkata, lawatannya ke sekolah itu adalah bagi menyelesaikan dua kes yang dilaporkan ibu bapa pelajar sekolah berkenaan kepada pihaknya berhubung rasa tidak berpuas hati dengan tindakan pengetua memberhentikan anak mereka daripada sekolah itu yang didakwa tanpa sebab.
Katanya, kes kedua berlaku bulan lalu membabitkan seorang pelajar lelaki Tingkatan Empat yang juga pengawas sekolah, diberhentikan selepas bertindak menampar 15 pelajar Tingkatan Satu berhubung satu masalah membabitkan kebersihan asrama tanpa merujuk kepada guru disiplin mahupun warden asrama terlebih dulu.
Ibu bapa pelajar itu berjumpa saya pada Sabtu lalu ketika saya berkempen pada pilihan raya kecil di Bagan Pinang, Negeri Sembilan, merayu menyiasat kes ini dengan segera.
"Selepas perbincangan dengan dua pelajar berkenaan bersama ibu bapa mereka serta pengetua sekolah, saya berpuas hati dan bersetuju dengan tindakan tegas dikenakan bagi menjaga imej dan nama baik sekolah selain memberi pengajaran," katanya.
Difahamkan, kedua-dua pelajar lelaki yang dibuang sekolah itu membuat rayuan untuk ditempatkan semula di sekolah berkenaan.
Sementara itu, Murugiah berkata, kes membabitkan disiplin pelajar dan pengurusan sekolah yang diterima Biro Pengaduan Awam JPM adalah kes terpencil dan tidak serius selain dapat diselesaikan dengan baik.
"Justeru, saya menasihati ibu bapa supaya meluangkan masa berkomunikasi dengan guru kepada anak masing-masing sekurang-kurangnya sekali sebulan untuk melihat pencapaian mereka selain menjalin hubungan baik dengan pihak sekolah," katanya.
ctfa@bharian.com.my
Perbuatan kutuk dalam laman Friendster dianggap kesalahan berat
JITRA: Seorang pelajar Tingkatan Empat, sebuah sekolah berasrama penuh, di sini, dikenakan tindakan tegas iaitu dinasihatkan berpindah ke sekolah lain selepas dikesan menjadikan laman sosial sebagai medan melakukan serangan peribadi terhadap pengetuanya.
Perkara itu didedahkan Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk T Murugiah, yang hadir ke sekolah itu semalam bagi menyelesaikan kes berkenaan selepas menerima aduan berhubung perkara berkenaan daripada ibu bapa pelajar itu.
"Pelajar berkenaan melakukan perkara itu melalui Friendster pada Mei lalu dan perbuatan memaki hamun pengetua sekolah dengan perkataan kesat walaupun di laman sosial dianggap satu kesalahan berat.
"Hari ini (semalam) saya ke sekolah ini untuk berjumpa pengetua dan ibu bapa pelajar berkenaan bagi menyelesaikan kes ini.
"Pengetua menjelaskan pelajar itu memaki hamun beliau menggunakan perkataan kesat dan kotor bagi mengutuknya dalam laman Friendster. Justeru, beliau bertindak mengenakan tindakan tegas iaitu mengarahkan pelajar berkenaan berpindah ke sekolah lain sebagai pengajaran terhadap kesalahan dilakukan," katanya.
Murugiah berkata, lawatannya ke sekolah itu adalah bagi menyelesaikan dua kes yang dilaporkan ibu bapa pelajar sekolah berkenaan kepada pihaknya berhubung rasa tidak berpuas hati dengan tindakan pengetua memberhentikan anak mereka daripada sekolah itu yang didakwa tanpa sebab.
Katanya, kes kedua berlaku bulan lalu membabitkan seorang pelajar lelaki Tingkatan Empat yang juga pengawas sekolah, diberhentikan selepas bertindak menampar 15 pelajar Tingkatan Satu berhubung satu masalah membabitkan kebersihan asrama tanpa merujuk kepada guru disiplin mahupun warden asrama terlebih dulu.
Ibu bapa pelajar itu berjumpa saya pada Sabtu lalu ketika saya berkempen pada pilihan raya kecil di Bagan Pinang, Negeri Sembilan, merayu menyiasat kes ini dengan segera.
"Selepas perbincangan dengan dua pelajar berkenaan bersama ibu bapa mereka serta pengetua sekolah, saya berpuas hati dan bersetuju dengan tindakan tegas dikenakan bagi menjaga imej dan nama baik sekolah selain memberi pengajaran," katanya.
Difahamkan, kedua-dua pelajar lelaki yang dibuang sekolah itu membuat rayuan untuk ditempatkan semula di sekolah berkenaan.
Sementara itu, Murugiah berkata, kes membabitkan disiplin pelajar dan pengurusan sekolah yang diterima Biro Pengaduan Awam JPM adalah kes terpencil dan tidak serius selain dapat diselesaikan dengan baik.
"Justeru, saya menasihati ibu bapa supaya meluangkan masa berkomunikasi dengan guru kepada anak masing-masing sekurang-kurangnya sekali sebulan untuk melihat pencapaian mereka selain menjalin hubungan baik dengan pihak sekolah," katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)