Friday, May 15, 2009
Thursday, May 14, 2009
Terapi Fizikal dan Jiwa Melalui Ibadah Solat
(Pengenalan aspek-aspek terapeutik ibadah solat)
oleh Rika Agustina Daulay
PENDAHULUAN
Solat adalah suatu kegiatan fizikal-mental spiritual yang memberikan makna bagi hubungan antara seorang muslim dengan Allah, dengan sesama manusia maupun diri sendiri. Lebih daripada itu, dengan solat Allah swt merealisasikan kasih sayang-NYA pada manusia agar mereka hidup dalam kebahagiaan. Kerana solat akan menjadi sumber kedamaian hati bagi setiap insan yang melaksanakannya dengan khusyu', penuh khidmat dan semata-mata kerana Allah swt.
MAKNA SOLAT
Firman Allah swt dalam surat At-Taubah ayat 1 yang ertinya berbunyi; “(Inilah pernyataan) pemutusan perhubungan dari Allah dan rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu kaum muslimin telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)”.
Secara etimologis solat mengandung erti berdo'a memohon kebaikan dan pujian. Sedangkan secara hakikat mengandung pengertian "berhadap hati (jiwa) kepada Allah dan mendatangkan takut kepada-NYA, serta menumbuhkan rasa keagungan, kebesaran dan kesempurnaan sang khaliq didasar jiwa. Adapun menurut pemahaman ilmu fiqh, solat merupakan rangkaian pebuatan, dan perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
DIMENSI PSIKOLOGI SOLAT
Segala sesuatu yang diciptakan dan diperintahkan oleh Allah tidak akan pernah luput dari kandungan nikmat-NYA. Meskipun pada hakikatnya hanya Allah jualah yang mengetahui rahsia dari ciptaan dan perintah-NYA tersebut. Namun sebagai makhluk yang dibekali dengan akal dan kemampuan untuk berfikir, manusia dituntut untuk menggali segala kenikmatan dari ciptaan-ciptaan dan perintah-perintah Allah.
Ibadah solat sebagai salah satu perintah Allah yang paling utama untuk dikerjakan, apabila kita kaji dari segi kacamata psikologi mengandung beberapa unsur terapeutik yang tidak hanya bermanfaat dari segi jasmani saja. Akan tetapi ia turut andil berperan dalam kesehatan jiwa dan pembentukan kepribadian pada diri seorang muslim. Diantara aspek-aspek terapeutik tersebut adalah sebagai berikut :
Aspek olahraga
Syaikh Hakim Abu Abdullah Ghulam Moinuddin, seorang pakar yang mengkaji bahawa lapan posisi gerakan yang dilakukan dalam solat memberikan kesan positif terhadap kesehatan.
Fizikal dan mental seseorang. Lapan posisi serta manfaatnya tersebut adalah sebagai berikut:
Posisi pertama; Berdiri tegak menghadap kiblat.
Pada posisi ini tubuh merasa dibebaskan dari segala beban, kerana adanya pembagian beban yang sama pada kedua kaki. Selain itu, punggung lurus sehingga akan memperbaiki postur tubuh dan pandangan dipertajam dengan memfokuskan pada tempat sujud.
Posisi kedua; kedua tangan diletakkan diatas pusar.
Kesan daripada posisi ini adalah memperpanjang konsentrasi, menyebabkan pengenduran kaki dan punggung, serta menimbulkan perasaan kerendahan hati dan kesederhanaan. Sikap yang demikian juga menunjukkan sikap relaks atawa istirahat yang paling sempurna. Dan yang lebih penting lagi, aliran darah kembali ke jantung, serta produksi getah bening dan jaringan yang berkumpul dalam kantong-kantong kedua persendian itu menjadi lebih baik, sehingga dapat menghindarkan timbulnya penyakit persendian.
Posisi ketiga; ketika ruku'
Posisi ini dapat melongarkan otot-otot punggung bagian bawah, paha dan betis. Selain itu ia juga melonggarkan otot-otot perut, abdomen dan ginjal, serta menambah kepribadian baik, menimbulkan kebaikan hati dan keselarasan batin. Gerakan ini dapat pula menghindarkan atau menyembuhkan penyakit scoliose (pembengkakan tulang punggung).
Posisi keempat; I'tidal
Pada gerakan ini darah segar bergerak naik kembali kebagian atas tubuh. Me nyebabkan tubuh ringan kembali dan terlepas dari rasa penat.
Posisi kelima; sujud
Kesan daripada posisi ini adalah mencegah pembesaran perut dibagian tengah. Menambah aliran kebagian atas tubuh, terutama pada kepala dan paru-paru. Membersihkan toksin (racun), dapat mengurangkan tekanan darah tinggi, serta menghilangkan egoisme dan kesombongan. Kerana pada dasarnya gerakan ini menunjukkan ketundukan dan kerendahan hati. Pada posisi ini pula semua otot akan berkontraksi, pembuluh-pembuluh darah arteri, vena serta urat-urat getah bening akan terpicit dan terurut, sehinga peredaran darah dan limfa akan lancar. Disamping itu dapat membantu pekerjaan jantung dan menghindarkan timbulnya arteriosclerosis (pengerutan dinding pembuluh darah).
Posisi keenam; duduk antara dua sujud
Posisi ini dapat membantu menghilangkan kesan racun pada hati dan merangsang gerakan peristaltic usus besar. Pada wanita, gerakan ini akan membantu pencernaan dengan mendesak turun isi perut.
Posisi ketujuh; sujud kedua
Pengulangan sujud yang kedua kalinya dalam jangka waktu beberapa minit akan membersihkan sistem pernafasan, peredaran darah dan saraf. Tubuh akan terasa ringan dan emosi menjadi stabil. Selain itu, penyebaran oksigen ke seluruh tubuh akan lebih lancar dan menyeimbangkan sistem saraf simpatik dan para simpatik.
Posisi kelapan; duduk tahiyat
Di saat duduk tahiyat pertama pada hakikatnya kita duduk dengan otot-otot pangkal paha. Dengan demikian tumit menekan otot-otot pangkal dan saraf pangkal paha sehinga pijitan tersebut dapat menghindarkan atau menyembuhkan penyakit saraf pangkal paha (neuralgia).
Selain daripada kesan-kesan positif tersebut, Dr. Muhammad Utsman Najati dalam bukunya Al-Qur'an wa ilmu An-nafsi menyatakan bahawa kesan lain daripada solat adalah menghindarkan dan mencegah seseorang dari kecemasan dan ketegangan saraf yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit jiwa.
Aspek relaksasi otot
Selama kita solat, selama itu pula berlangsungnya aktiviti relaksasi otot, iaitu kontraksi otot, pijatan dan tekanan pada bagian-bagian tubuh tertentu. Diantaranya adalah bagian kepala, leher, bahu, pergelangan tangan, jari-jari, perut, tulang belakang dan punggung, paha, pinggang, pergelangan dan jari-jari kaki.
Seorang pakar mengatakan bahawa relaksasi otot ini ternyata dapat mengurangkan tingkat kecemasan, imnosia (sukar tidur), hiperaktif pada anak, dan membantu mengurangkan kecanduan merokok bagi para perokok yang ingin berhenti merokok. Adapun menurut penelitian Dr.Johana Endang Prawitasari bahawa teknik relaksasi otot, relaksasi kesedaran indera dan yoga merupakan teknik kesantif untuk mengurangkan keluhan berbagai macam penyakit, terutama psikomotis.
Aspek meditasi
Ibadah solat jika dilakukan dengan khusyu' dan penuh konsentrasi dapat menimbulkan aspek meditasi atau yoga. Beberapa hasil penelitian menegaskan bahawa solat tahajjud-solat yang dilakukan dini hari- jika dilakukan secara rutin dapat mencegah seseorang dari berbagai macam penyakit. Solat boleh mencegah naik turunnya hormone kortisol yang berperan sebagai indicator stress, sedangkan stress merupakan punca timbulnya kanser. Selain itu, seorang pakar kanser dari Surabaya juga sependapat bahawa solat-sebagai aspek meditasi-dapat meningkatkan respon imun (kekebalan) tubuh terhadap penyakit.
Aspek relaksasi kesedaran indera
Ketika solat, seseorang merasa seolah-olah sedang berhadapan langsung dengan Tuhannya. Ia merasa bahawa tiada lagi penghalang antara ia dan Rab-Nya. Segala ucapan dan perkataan hanya ditujukan kepada Allah. Proses inilah yang mirip dengan proses relaksasi kesedaran indera. Relaksasi-sebagai jalan menuju alam bawah sadar-akan mengendalikan dan menyelaraskan fungsi-fungsi tubuh, seperti memompa darah keseluruh tubuh, mengendalikan pernafasan dan pencernaan. Relaksasi juga dapat mengatasi kecemasan, depresi, imnosia dan gangguan kejiwaan lainnya.
Aspek pengakuan atau penyaluran (katarsis)
Solat merupakan sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dalam solat, seseorang akan merasa bebas untuk berdialog langsung dengan Sang Pencipta, bebas mengutarakan segala keluh-kesah, serta memohon keampunan kepada-NYA. Dalam kodisi inilah seseorang tidak akan merasa kesepian, kerana ia yakin bahawa setiap saat selalu ada yang melihat, memperhatikan dan menjaganya. Satu hal yang paling penting adalah bahawa dengan perasaan seperti ini dapat membebaskan manusia dari kegelisahan, memberikan kekuatan mental dan menguatkan kemauan.
Aspek auto-sugesti atau self-hipnosis
Sesuai dengan makna etimologis solat, bacaan-bacaan dalam solat berisi hal-hal yang baik, berupa pujian, mohon keampunan, do'a, serta permohonan lainnya. Apabila ditinjau dari teori hypnosis, bacaan-bacaan tersebut memberi kesan sugesti atau hypnosis pada yang bersangkutan.
Sarana pembentuk kepribadian
Lain lubuk lain ikannya, lain orang lain pula tingkah, sifat dan kepriba diannya. Berbicara tentang kepribadian, Islam sebagai agama rahmat memberikan solusi yang tepat dalam pembentukan kepribadian seseorang, salah satunya adalah melalui solat. Solat sebagai ibadah ritual bagi seorang muslim merupakan sarana pembentukan kepribadian manusia yang bercirikan disiplin waktu, bekerja keras, mencintai kebersihan, cinta damai dan berkata baik. Kepribadian tersebut tercermin dari beberapa unsur yang mempunyai relevan dengan ibadah solat itu sendiri. Diantaranya adalah waktu-waktu yang ditetapkan untuk mengerjakan solat. Ketetapan waktu tersebut mencerminkan bahawa solat mengajarkan ummat Islam untuk senantiasa disiplin waktu dan bekerja keras. Selain itu, wudhu sebagai syarat sahnya solat mengajarkan kita untuk selalu mencintai kebersihan baik lahiriah maupun batiniah.
PENUTUP
Melihat uraian diatas, jelaslah terlihat bahawa nikmat Allah benar-benar meliputi segala perintah-NYA. Semoga dengan pembahasan aspek-aspek terapeutik solat ini dapat meningkatkan kualitas beribadah kita kepada Allah swt. âmin.
wallahu waliyyu at-taufiq.
________________________________________________________
Dimuat di buletin Generasi HMM Edisi III Jumadil 'Ula 1423 H./Juli - August 2002 M.
HIMPUNAN MAHASISWA MEDAN MESIR
MAKLUMAT STRESS , DEPRESSION
http://www.teachhealth.com/
oleh Rika Agustina Daulay
PENDAHULUAN
Solat adalah suatu kegiatan fizikal-mental spiritual yang memberikan makna bagi hubungan antara seorang muslim dengan Allah, dengan sesama manusia maupun diri sendiri. Lebih daripada itu, dengan solat Allah swt merealisasikan kasih sayang-NYA pada manusia agar mereka hidup dalam kebahagiaan. Kerana solat akan menjadi sumber kedamaian hati bagi setiap insan yang melaksanakannya dengan khusyu', penuh khidmat dan semata-mata kerana Allah swt.
MAKNA SOLAT
Firman Allah swt dalam surat At-Taubah ayat 1 yang ertinya berbunyi; “(Inilah pernyataan) pemutusan perhubungan dari Allah dan rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu kaum muslimin telah mengadakan perjanjian (dengan mereka)”.
Secara etimologis solat mengandung erti berdo'a memohon kebaikan dan pujian. Sedangkan secara hakikat mengandung pengertian "berhadap hati (jiwa) kepada Allah dan mendatangkan takut kepada-NYA, serta menumbuhkan rasa keagungan, kebesaran dan kesempurnaan sang khaliq didasar jiwa. Adapun menurut pemahaman ilmu fiqh, solat merupakan rangkaian pebuatan, dan perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
DIMENSI PSIKOLOGI SOLAT
Segala sesuatu yang diciptakan dan diperintahkan oleh Allah tidak akan pernah luput dari kandungan nikmat-NYA. Meskipun pada hakikatnya hanya Allah jualah yang mengetahui rahsia dari ciptaan dan perintah-NYA tersebut. Namun sebagai makhluk yang dibekali dengan akal dan kemampuan untuk berfikir, manusia dituntut untuk menggali segala kenikmatan dari ciptaan-ciptaan dan perintah-perintah Allah.
Ibadah solat sebagai salah satu perintah Allah yang paling utama untuk dikerjakan, apabila kita kaji dari segi kacamata psikologi mengandung beberapa unsur terapeutik yang tidak hanya bermanfaat dari segi jasmani saja. Akan tetapi ia turut andil berperan dalam kesehatan jiwa dan pembentukan kepribadian pada diri seorang muslim. Diantara aspek-aspek terapeutik tersebut adalah sebagai berikut :
Aspek olahraga
Syaikh Hakim Abu Abdullah Ghulam Moinuddin, seorang pakar yang mengkaji bahawa lapan posisi gerakan yang dilakukan dalam solat memberikan kesan positif terhadap kesehatan.
Fizikal dan mental seseorang. Lapan posisi serta manfaatnya tersebut adalah sebagai berikut:
Posisi pertama; Berdiri tegak menghadap kiblat.
Pada posisi ini tubuh merasa dibebaskan dari segala beban, kerana adanya pembagian beban yang sama pada kedua kaki. Selain itu, punggung lurus sehingga akan memperbaiki postur tubuh dan pandangan dipertajam dengan memfokuskan pada tempat sujud.
Posisi kedua; kedua tangan diletakkan diatas pusar.
Kesan daripada posisi ini adalah memperpanjang konsentrasi, menyebabkan pengenduran kaki dan punggung, serta menimbulkan perasaan kerendahan hati dan kesederhanaan. Sikap yang demikian juga menunjukkan sikap relaks atawa istirahat yang paling sempurna. Dan yang lebih penting lagi, aliran darah kembali ke jantung, serta produksi getah bening dan jaringan yang berkumpul dalam kantong-kantong kedua persendian itu menjadi lebih baik, sehingga dapat menghindarkan timbulnya penyakit persendian.
Posisi ketiga; ketika ruku'
Posisi ini dapat melongarkan otot-otot punggung bagian bawah, paha dan betis. Selain itu ia juga melonggarkan otot-otot perut, abdomen dan ginjal, serta menambah kepribadian baik, menimbulkan kebaikan hati dan keselarasan batin. Gerakan ini dapat pula menghindarkan atau menyembuhkan penyakit scoliose (pembengkakan tulang punggung).
Posisi keempat; I'tidal
Pada gerakan ini darah segar bergerak naik kembali kebagian atas tubuh. Me nyebabkan tubuh ringan kembali dan terlepas dari rasa penat.
Posisi kelima; sujud
Kesan daripada posisi ini adalah mencegah pembesaran perut dibagian tengah. Menambah aliran kebagian atas tubuh, terutama pada kepala dan paru-paru. Membersihkan toksin (racun), dapat mengurangkan tekanan darah tinggi, serta menghilangkan egoisme dan kesombongan. Kerana pada dasarnya gerakan ini menunjukkan ketundukan dan kerendahan hati. Pada posisi ini pula semua otot akan berkontraksi, pembuluh-pembuluh darah arteri, vena serta urat-urat getah bening akan terpicit dan terurut, sehinga peredaran darah dan limfa akan lancar. Disamping itu dapat membantu pekerjaan jantung dan menghindarkan timbulnya arteriosclerosis (pengerutan dinding pembuluh darah).
Posisi keenam; duduk antara dua sujud
Posisi ini dapat membantu menghilangkan kesan racun pada hati dan merangsang gerakan peristaltic usus besar. Pada wanita, gerakan ini akan membantu pencernaan dengan mendesak turun isi perut.
Posisi ketujuh; sujud kedua
Pengulangan sujud yang kedua kalinya dalam jangka waktu beberapa minit akan membersihkan sistem pernafasan, peredaran darah dan saraf. Tubuh akan terasa ringan dan emosi menjadi stabil. Selain itu, penyebaran oksigen ke seluruh tubuh akan lebih lancar dan menyeimbangkan sistem saraf simpatik dan para simpatik.
Posisi kelapan; duduk tahiyat
Di saat duduk tahiyat pertama pada hakikatnya kita duduk dengan otot-otot pangkal paha. Dengan demikian tumit menekan otot-otot pangkal dan saraf pangkal paha sehinga pijitan tersebut dapat menghindarkan atau menyembuhkan penyakit saraf pangkal paha (neuralgia).
Selain daripada kesan-kesan positif tersebut, Dr. Muhammad Utsman Najati dalam bukunya Al-Qur'an wa ilmu An-nafsi menyatakan bahawa kesan lain daripada solat adalah menghindarkan dan mencegah seseorang dari kecemasan dan ketegangan saraf yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit jiwa.
Aspek relaksasi otot
Selama kita solat, selama itu pula berlangsungnya aktiviti relaksasi otot, iaitu kontraksi otot, pijatan dan tekanan pada bagian-bagian tubuh tertentu. Diantaranya adalah bagian kepala, leher, bahu, pergelangan tangan, jari-jari, perut, tulang belakang dan punggung, paha, pinggang, pergelangan dan jari-jari kaki.
Seorang pakar mengatakan bahawa relaksasi otot ini ternyata dapat mengurangkan tingkat kecemasan, imnosia (sukar tidur), hiperaktif pada anak, dan membantu mengurangkan kecanduan merokok bagi para perokok yang ingin berhenti merokok. Adapun menurut penelitian Dr.Johana Endang Prawitasari bahawa teknik relaksasi otot, relaksasi kesedaran indera dan yoga merupakan teknik kesantif untuk mengurangkan keluhan berbagai macam penyakit, terutama psikomotis.
Aspek meditasi
Ibadah solat jika dilakukan dengan khusyu' dan penuh konsentrasi dapat menimbulkan aspek meditasi atau yoga. Beberapa hasil penelitian menegaskan bahawa solat tahajjud-solat yang dilakukan dini hari- jika dilakukan secara rutin dapat mencegah seseorang dari berbagai macam penyakit. Solat boleh mencegah naik turunnya hormone kortisol yang berperan sebagai indicator stress, sedangkan stress merupakan punca timbulnya kanser. Selain itu, seorang pakar kanser dari Surabaya juga sependapat bahawa solat-sebagai aspek meditasi-dapat meningkatkan respon imun (kekebalan) tubuh terhadap penyakit.
Aspek relaksasi kesedaran indera
Ketika solat, seseorang merasa seolah-olah sedang berhadapan langsung dengan Tuhannya. Ia merasa bahawa tiada lagi penghalang antara ia dan Rab-Nya. Segala ucapan dan perkataan hanya ditujukan kepada Allah. Proses inilah yang mirip dengan proses relaksasi kesedaran indera. Relaksasi-sebagai jalan menuju alam bawah sadar-akan mengendalikan dan menyelaraskan fungsi-fungsi tubuh, seperti memompa darah keseluruh tubuh, mengendalikan pernafasan dan pencernaan. Relaksasi juga dapat mengatasi kecemasan, depresi, imnosia dan gangguan kejiwaan lainnya.
Aspek pengakuan atau penyaluran (katarsis)
Solat merupakan sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dalam solat, seseorang akan merasa bebas untuk berdialog langsung dengan Sang Pencipta, bebas mengutarakan segala keluh-kesah, serta memohon keampunan kepada-NYA. Dalam kodisi inilah seseorang tidak akan merasa kesepian, kerana ia yakin bahawa setiap saat selalu ada yang melihat, memperhatikan dan menjaganya. Satu hal yang paling penting adalah bahawa dengan perasaan seperti ini dapat membebaskan manusia dari kegelisahan, memberikan kekuatan mental dan menguatkan kemauan.
Aspek auto-sugesti atau self-hipnosis
Sesuai dengan makna etimologis solat, bacaan-bacaan dalam solat berisi hal-hal yang baik, berupa pujian, mohon keampunan, do'a, serta permohonan lainnya. Apabila ditinjau dari teori hypnosis, bacaan-bacaan tersebut memberi kesan sugesti atau hypnosis pada yang bersangkutan.
Sarana pembentuk kepribadian
Lain lubuk lain ikannya, lain orang lain pula tingkah, sifat dan kepriba diannya. Berbicara tentang kepribadian, Islam sebagai agama rahmat memberikan solusi yang tepat dalam pembentukan kepribadian seseorang, salah satunya adalah melalui solat. Solat sebagai ibadah ritual bagi seorang muslim merupakan sarana pembentukan kepribadian manusia yang bercirikan disiplin waktu, bekerja keras, mencintai kebersihan, cinta damai dan berkata baik. Kepribadian tersebut tercermin dari beberapa unsur yang mempunyai relevan dengan ibadah solat itu sendiri. Diantaranya adalah waktu-waktu yang ditetapkan untuk mengerjakan solat. Ketetapan waktu tersebut mencerminkan bahawa solat mengajarkan ummat Islam untuk senantiasa disiplin waktu dan bekerja keras. Selain itu, wudhu sebagai syarat sahnya solat mengajarkan kita untuk selalu mencintai kebersihan baik lahiriah maupun batiniah.
PENUTUP
Melihat uraian diatas, jelaslah terlihat bahawa nikmat Allah benar-benar meliputi segala perintah-NYA. Semoga dengan pembahasan aspek-aspek terapeutik solat ini dapat meningkatkan kualitas beribadah kita kepada Allah swt. âmin.
wallahu waliyyu at-taufiq.
________________________________________________________
Dimuat di buletin Generasi HMM Edisi III Jumadil 'Ula 1423 H./Juli - August 2002 M.
HIMPUNAN MAHASISWA MEDAN MESIR
MAKLUMAT STRESS , DEPRESSION
http://www.teachhealth.com/
Wednesday, May 13, 2009
Sejarah Psikologi Pembelajaran
SOALAN:
a) Apakah kaitan antara falsafah dengan psikologi pembelajaran?
b) Apakah yang dimaksudkan dengan kaedah saintifik?
c) Nyatakan maksud pembelajaran
Apakah itu Psikologi?
'Psikologi' didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkahlaku dan proses mental organisme. Tiga idea penting dalam definisi ini ialah; 'saintifik', 'tingkahlaku' dan 'proses mental'.
Saintifik bermakna kajian yang dilakukan dan data yang dikumpulkan mengikuti prosedur yang sistematik. Iaitu, dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Nyatakan masalah & tentukan hipotesis yang hendak dikaji
2. Reka bentuk kajian & tentukan teknik pengumpulan data
3. Pengumpulan data & melakukan analysis data
4. Melaporkan penemuan untuk memastikan sejauh manakan hipotiesis dapat dibuktikan.
Walau pun kaedah saintifik diikuti, ahli-ahli psikologi perlu membuat pelbagai inferen atau tafsiran berdasarkan dapatan yang diperolehi. Ini adalah kerana subjek yang dikaji adalah haiwan dan manusia dan tidak seperti sesuatu sel (sperti dalam kajian biologi) atau bahan kimia (seperti dalam kajian kimia) yang secara perbandingan lebih stabil. Manakala mengkaji tingkahlaku haiwan atau manusia memenanglah sukar dan memerlukan kerap membuat inferen atau tafsiran.
Apakah itu Pembelajaran?
Setiap detik masa kita belajar. Misalnya, kita belajar tentang iklan yang kita baru tonton, memiliki perasaan terhadap seseorang, kita kecewa dengan sesuatu perbuatan dan sebagainya.
Pembelajaran berlaku melalui kelima-lima deria kita:
Penglihatan
melihat ('visual') kejadian sesuatu peristiwa
Pendengaran
mendengar ('auditory') sesuatu bunyi
Bau
Bau ('olfactory') makanan membuat kita merasa lapar
Rasa
Lidah kita merasa ('taste') dan dapat membezakan antara masin dan masam.
Sentuhan
Kulit kita merasa sentuhan ('tactile') dan dapat membezakan antara permukaan licin dan permukaan kasar.
Pembelajaran tidak semestinya melibatkan penguasaan fakta atau konsep sesuatu bidang ilmu tetapi juga melibatkan perasaan-perasaan yang berkaitan dengan emosi, kasih sayang, benci, hasrat dengki dan kerohanian.
Pembelajaran tidak terbatas kepada apa yang kita rancangakan sahaja, tetapi jua melibatkan pengalaman yang luar kawalan kita, seperti peristiwa kemalangan atau seorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama (Love at first sight!). Pembelajaran adalah minat ramai orang; ibubapa, guru, majikan mahu pun pihak kerajaan. Oleh itu psikologi pembelajaran telah muncul sebagai satu-satunya tumpuan yang mengkaji mengapa, bila dan bagaimana pembelajaran berlaku bagai sesuatu organisme. Semua organisme mempunyai kapasiti untuk belajar selagi organisme itu mempunai otak.
Secara umum pembelajaran disifatkan sebagai suatu proses perubahan yang berlaku akhibat daripada pengalaman individu berkenaan. Tumpuan perhatian ahli psikologi ialah mengkaji bagaimana, mengapa dan bila proses pembelajaran berlaku. Contohnya, bagaimana seekor anjing datang ke mari apabila dipanggil namanya. Manusia mempamerkan pelbagai tingkahlaku dan agak sukar untuk menentukan bagaimana tingaklaku-tingkahlaku itu dipelajari. Ahli-ahli psikologi ingin mengetahui prinsip-prinsip umum yang menerangkan pembelajaran.
Falsafah dan Psikologi
Seperti bidang-bidang sains lain, psikologi berasal sebahagian daripada falsafah. Psikologi yang dikaji secara saintifik bermula pada akhir abad ke 19 dan umur bidang ini adalah lebih kurang 100 tahun; agak muda jika dibanding dengan disiplin-disiplin lain. Tumpuan disiplin psikologi pada awalnya ialah mengkaji dan memahami bagaimana manusia atau organisme mengetahui atau belajar. Kemudian, psikologi terbahagi-bahagi kepada sub-disiplin lain seperti psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi organisasi, psikologi kaunseling dan lain-lain.
Ahli-ahli falsafah telah lama cuba menerangkan apa itu pengetahuan/ilmu, bagaimana manusia menguasai pengetahuan/ilmu atau mengetahui sesuatu dan bagaimana manusia menggunakan pengetahuan itu. Mungkin teori yang tertua berkenaan pengetahuan ialah Teori Salinan (Copy Theory) yang dicadangkan oleh ahli falsafah Yunani Alcmaeon, Empedocles dan Democritus pada abad ke4 & ke5 sebelum masihi. Menurut teoro ini kita melihat sesuatu objek and salinan objek itu terbentuk dalam minda kita. Oleh itu kita mengetahui objek itu melalui salinan yang berada dalam minda kita.
Ahli-ahli falsafah yang datang kemudian menolak teori salinan. Menurut mereka perwakilan (salinan) mungkin tidak merupakan objek asal dan sekiranya kita hanya mengetahui salinan, adalah sukar untuk menentukan bahawa salinan itu adalah tepat. Ahli-ahli falsafah realisme (realism) seperti Thomas Reid menolak konsep salinan dan mencadangkan bahawa kita mengetahui tentang sesuatu objek secara langsung tanpa melalui perwakilan atau salinan. Masalah dengan penerangan ini ialah; jika kita mengetahui sesuatu secara langsung, mengapa kita selalu membuat kesilapan. Contohnya, sesuatu bintik pada lantai kita sangkakan adalah seekor serangga yang sebenarnya adalah titik cat yang tertinggal.
Kemudian terdapat ahli-ahli falsafah idealisme (idealisme) yang menolak sama sekali objek. Bagi mereka apa yang terdapat dalam minda kita ialah idea; semua pengetahuan kita terdiri daripada idea dan bukan perkara atau benda.
Psikologi Awal
Pengasas psikologi moden bermula di Eropah dengan Wilhelm Wundt yang pertama menubuhkan makmal psikologi. Tumpuan psikologi awal ialah mengkaji aspek-aspek sensasi (sensation), persepsi (perception) dan tumpuan. (attention). Hermann Ebbinghaus, seorang Jerman, merupakan ahli psikologi yang pertama mengkaji pembelajaran secara saintifik. Pada tahun 1879, dia menggunakan dirinya sendiri sebagai subjek dalam eksperimen yang mengkaji pembelajaran dan ingatan.
Beliaulah yang memperkenalkan ujian 'kaitan bebas' (free association) yang menguji kaitan antara perkataan yang diberikan oleh penyelidik dan perkataan yang perkataan yang berikan oleh subjek. "Nyatakan perkataan pertama yang muncul dalam minda kamu apabila saya mengatakan _______ ". Jadi tujuan psikologi ialah untuk mengkaji bagaimana manusia membuat perkaitan antara perkataan atau idea.
Ebbinghaus juga terkenal dengan eksperimen yang menunjukkan fenomena ingatan dikalangan manusia. Dalam tahun 1885, dia menjalankan satu eskperimen yang menunjukkan bahawa kadar lupaan lebih ketara pada permulaan (55% selepas 1 jam) dan berkurangan seterusnya (14% selepas 31 hari).
Tingkahlaku ialah apa jua aktiviti yang dapat diperhatikan, direkod dan diukur. Tingkahlaku juga dapat diperhatikan apabila individu menyebut atau menulis sesuatu. Misal kata, catatan seorang tentang ketakutannya atau sikapnya merupakan tingkahlaku.
Proses Mental merangkumi segala proses-proses yang terlibat dengan pemikiran, ingatan, pembelajaran, sikap, emosi dan sebagainya. Inilah menjadi tumpuan ahli-ahli psikologi tetapi masalahnya ialah proses-proses ini tidak boleh dilihat dan sukar merekod dan mengukur dengan tepat. Oleh pada pada tahun 60an, ahli-ahli enggan menerima kajian mengenai proses-proses ini kerana ia tidak boleh dijalankan secara saintifik. Bagaimana pun paradigma telah berubah dan dengan kaedah-kaedah baru, kajian mengenai proses-proses mental diterima sebagai psikologi.
ASSESSMENT
Rujukan:
The Ancient Greeks: Socratis, Plato & Aristotle
by C. George Boeree, Shippensburg University, Pennsylvania.
Modern Philosophy: The Begining
by C. George Boeree, Shippensburg University,Pennsylvania
Psychology: The Beginning
by C. George Boeree, Shippensburg University,Pennsylvania
Psychology: Wundt and James
by C. George Boeree, Shippensburg University,Pennsylvania
Psychology: Freud and Psychoanalysis
by C. George Boeree, Shippensburg University,Pennsylvania
Psychology: Gestalt Psychology
by C. George Boeree, Shippensburg University,Pennsylvania.
The Cognitive Movement
by C. George Boeree, Shippensburg University,Pennsylvania.
Tuesday, May 12, 2009
Saturday, May 9, 2009
KESULITAN PERJALANAN HIJRAH DARI KRISTIAN KEPADA ISLAM
Nama saya Farhan Bin Abdullah. Nama asal saya sewaktu beragama Kristian ialah Johanis. Saya dilahirkan dibumi Sabah dalam keluarga Kristian. Bapa saya seorang ketua Paderi yang menjaga 15 buah gereja disatu kawasan di Sabah.
Saya dilatih oleh bapa saya untuk menjadi seorang paderi. Sejak mula memasuki sekolah menengah saya sudah mula membuat kerja-kerja untuk meramaikan lagi penganut Kristian. Oleh kerana waktu itu Sabah dipimpin oleh PBS bawah Datuk Joseph Pairin Kitinggan usaha kami mendapat sokongan penuh kerajaan negeri.
Kumpulan saya masuk ke kampong dalam berbagai program. Selalunya program khidmat masyarakat. Pihak gereja selalunya membekalkan wang tunai sekitar RM50,000/=. Berbagai aturcara dibuat untuk membantu orang kampong. Kami ziarah rumah kerumah. tanya masalah mereka dan bantu mereka. berbagai masalah diluahkan. Ada kami bantu dengan duit secara spontan. Ada kami hantar keperluan harian,pakaian dan buku sekolah dsn.
Dengan cara ini kami mendekati mereka. Hasilnya dengan beberapa kali kunjungan susulan,kami berjaya mengkristiankan mereka. Paling berbaloi kami mengkristian remaja Islam,tambah berbaloi dari kalangan intelek. Hasilnya kami dapat RM3,000/= setiap seorang Islam yang dimurtadkan. Bayangkan pendapatan saya ketika masih dialam persekolahan.
Sewaktu Tingkatan 3 saya dan beberapa rakan mengambil m/pelajaran Agama Islam yang boleh dipilih dengan lukisan(betapa hinanya m/pelajaran ini ! setanding dengan lukisan). Saya mendapat A-3. Sewaktu tingkatan 4 saya belajar di sekolah asrama penuh. Saya terus ambil pelajaran Agama Islam. Tujuan saya untuk tahu mengenai Islam dan memmudahkan saya menyebarkan ajaran Kristian.
Saya mempunyai beberapa soalan yang saya kira tidak mampu dihuraikan oleh orang Islam. Pada suatu hari sewaktu tingkatan Enam bawah, saya bersemuka dengan Ustaz yang mengajar saya(saya panggil cikgu). "cikgu saya ada beberapa soalan, tapi saya rasa tak sesuai dikelas ini, bolehke saya kerumah cikgu..."
Ustaz itu bersedia. Lalu saya bersama beberapa rakan kerumah ustaz itu. Saya katakan "cikgu saya mahu berdialog secara ilmiah, bukan atas nama Islam,agama cikgu dan bukan atas nama Kristian,agama saya". saya kemukakan beberapa persoalan, antaranya;-
-Mengapa orang Islam sembah kaabah
-Sebenarnya semua agama sama sahaja. Nasrani, Yahudi, Kristian dan Islam adalah agama langit.
-Mengapa diakhir zaman, Nabi Isa akan turun bersama Iman Mahadi membebaskan kezaliman dan kekacauan dan bukannya Nabi Muhammad.
-Mengapa dalam sejarah dan hingga kini orang Islam suka peperangan! .
-Injil sekarang dikatakan diseleweng.Kalau begitu mana yang asalnya.
Yang menghairankan ustaz ini dapat menjawab pertanyaan saya dan kawan-kawan dengan begitu ilmiah. Saya dan kawan-kawan mati akal. Kemudian saya dibebani dengan 3 persoalan yang tidak mampu saya menjawab secara tepat.
- Apakah boleh manusia(paderi) mengampunkan dosa manusia lain.
- Persoalan ketuhanan 3 dalam 1 dan 1 dalam 3
- konsep ketuhanan Jesus.
Saya mengatur pertemuan ustaz saya dengan beberapa orang paderi, kawan-kawan bapa saya. tetapi mereka enggan. Lalu saya bawa ustaz itu kerumah saya dan bertemu bapa saya seorang ketua paderi. Ternyata bapa saya juga tidak mampu menjawab persoalan yang dibawa oleh ustaz itu. Sebaik ustaz itu pulang, bapa saya memarahi saya kerana bawa 'orang malaya' datang kerumah.
Sejak itu beberapa kali saya tidur rumah ustaz itu. Disamping mengulangkaji saya! gemar berdialog dengan ustaz itu. saya memerhatikan kehidupan ustaz itu,saya mengagumi cara hidupnya.
Suatu malam saya bermimpi didatangi 3 orang berjubah. Seorang berjubah hitam membawa salib. Seorang berjubah putih membawa bendera bertulisan jawi. Dan seorang berjubah hijau yang meminta saya membuat pilihan. Yang berjubah hitam dan berjubah putih saling menarik saya mengikuti mereka.
Saya meronta-ronta. Disamping itu saya dapati yang berjubah hitam semakin tengelam dan yang berjubah putih semakin tinggi. Sedang saya meronta-ronta, saya terjaga. Saya mendengar suara azan dan ustaz tadi berada ditepi saya dan berkata," mengapa Johanis....awak mengigau...."
Saya pegang tangan ustaz itu, saya katakan,"Cikgu Islamkan saya.........".Ustaz itu minta saya bersabar untuk dia uruskan dengan pihak tertentu. Tidak lama selepas itu saya pun di Islamkan oleh Ustaz itu.
Selesai penI! slaman saya, saya pulang ke rumah. Sampai di rumah, saya lihat pakaian saya bertabur diluar rumah. Rupanya bapa saya telah tahu. Sebaik melihat saya, bapa bergegas masuk dan keluar semula dengan mengacu senapang ke arah saya. Tiba-tiba emak menerkam dan peluru senapang meletup keatas.
Saya segera meninggalkan rumah sehelai sepinggang. Tinggalkan keluarga saya. Tinggalkan sekolah. Saya bersembunyi sekejap rumah ustaz sebelum saya dibawa oleh ustaz pulang ke semenanjung sebaik habis kontrak mengajar di Sabah.
Saya diserahkan kepada PERKIM di Kuala Lumpur. Secara kebetulan rakan saya Nazri,vokalis kumpulan Raihan juga memeluk Islam, tetapi mengikuti kumpulan Ar-Arqam. 2 lagu dalam album pertama kumpulan Raihan adalah saduran lagu koir yang kami nyanyikan dalam gereja sewaktu di Sabah dulu..
6 tahun saya di PERKIM. Saya masuk pula Maahad Tahfiz. Alhamdulillah saya dapat sijil Al-Hafiz selepas 3 ta! hun. Kemudian saya bekerja dengan Jabatan Agama Islam. Saya banyak masuk kawasan di Negeri Sembilan, Melaka dan Pahang. Tak sampai setahun saya letak jawatan.Saya sedih kerana ramai pendakwah ini nak berdakwahpun merungut duit over time. Saya rasa tiada keiklasan. Biarlah saya jadi pendakwah bebas. Saya ingin membilas dosa lalu.Saya telah ramai memurtadkan orang..kini saya mahu berjuang untuk
mengIslamkan seramai mungkin dengan kualiti bukan kuatiti saja.
Berbalik kisah keluarga saya. Selepas meninggalkan rumah dan belajar di PERKIM saya selalu telefon ayah,emak dan adik beradik saya. Saya katakan jangan bencikan saya. Saya sayang ayah.saya sayang emak.saya sayang adik beradik saya. Ayah dan emak tetap ayah emak dunia dan akhirat.
Walaupun ayah menyambut dingin suara saya, saya hantarkan buku-buku yang sesuai menerangkan tentang Islam. 7 tahun saya telefon. 7 tahun saya hantar surat dan buku-buku. saya menangis kerana rindukan ayah,emak dan adik beradik. Akhirnya, sewaktu saya di Maahad Tahfiz, bagaikan halilintar saya mendapat berita........ Ayah saya menganut Agama Islam.
Allah saja yang tahu perasaan saya ketika itu. Saya menangis dan menangis.
Saya ambil wuduk dan sujud syukur. Air mata saya menjadi terlalu
murah....saya terus menangis...saya pejamkan mata...saya bayangkan ayah
dihadapan...saya peluk erat tubuh ayah dan kami menangis bersama........Ya
Allah betapa agungnya kekuasaanMu....
Peristiwa yang saya alami sewaktu memeluk Islam turut dirasai oleh ayah saya. Dia dihalau dari rumah yang diberi oleh pihak gereja.
Kini saya pendakwah bebas. Saya sedih melihat umat Islam hari ini berpecah.Kita berpecah kerana kita meninggalkan Quran dan sunnah Rasul. Kita ambil sebahagian dan kita tinggalkan sebahagian.
Kita ambil contah pelaksanaan hukum Hudud dan Qisas. Mengapa kita cari jalan nak menentang pelaksanaanya. Sepatutnya kita cari jalan supaya dapat dilaksanakan. Inilah sikap umat Islam. Saya pernah berdialog dengan beberapa orang pensyarah universiti tentang isu Hudud & Qisas. Dia boleh sergah saya,"You apa tahu... Islampun baru setahun jagung....."
Saya sedih dengan sergahan pensyarah itu. Kalau ini sikap pendakwah saya tak akan masuk Islam. Tapi saya pilih Islam kerana saya tahu Apa itu Islam.kerana itu saya ajak menghayati Islam.
Saya kumpulkan semula kawan-kawan masa Kristian dulu. Saya berdialog tentang Islam. Saya kumpulkan derma untuk tujuan dakwah ini,untuk bergerak perlukan wang. Saya diancam oleh puak Kristian. saya juga diancam oleh umat Islam. Apa tauliah awak,mana kebenaran Jabatan Agama,mana permit polis,sapa benarkan pungut derma dll. Saya tak gentar berdialog dengan puak Kristian,kerana saya ada pengalaman tapi sukarnya bila Umat Islam sendiri menyulitkan saya.
Marilah kita awasi dakyah Kristian. Satu usaha yang agak ketara ialah di IPT. Pendakyah ini mendekati kaum muslimah,pura-pura nak belajar Islam....jatuh cinta...lalu dimurtadkan...ada yang pura-pura masuk Islam....dan dimurtadkan.
Saya sudah pergi banyak IPT. Saya paling bimbang di Universiti Putra Malaysia. Itulah satu-satunya Universiti yang ada gereja. Gereja ini antara yang aktif untuk memurtadkan orang Islam.
Saya nak nasihatkan kalau ada saudara kita terminum 'Holly Water'.Sebenarnya air ini dibuat di Vatican City. Dijampi oleh paderi termasuk Pope John Paul. Kalau terminum,
cari air kolah dari 3 masjid. Baca Al-Fatihah 1x, Yasin 1x, 3 qul 1x, dan selawat. Ambil sebahagian buat minum dan sebahagian buat mandi. InsyaAllah
mereka akan sedar dan dapat diselamatkan. insyaAllah.
Saya dilatih oleh bapa saya untuk menjadi seorang paderi. Sejak mula memasuki sekolah menengah saya sudah mula membuat kerja-kerja untuk meramaikan lagi penganut Kristian. Oleh kerana waktu itu Sabah dipimpin oleh PBS bawah Datuk Joseph Pairin Kitinggan usaha kami mendapat sokongan penuh kerajaan negeri.
Kumpulan saya masuk ke kampong dalam berbagai program. Selalunya program khidmat masyarakat. Pihak gereja selalunya membekalkan wang tunai sekitar RM50,000/=. Berbagai aturcara dibuat untuk membantu orang kampong. Kami ziarah rumah kerumah. tanya masalah mereka dan bantu mereka. berbagai masalah diluahkan. Ada kami bantu dengan duit secara spontan. Ada kami hantar keperluan harian,pakaian dan buku sekolah dsn.
Dengan cara ini kami mendekati mereka. Hasilnya dengan beberapa kali kunjungan susulan,kami berjaya mengkristiankan mereka. Paling berbaloi kami mengkristian remaja Islam,tambah berbaloi dari kalangan intelek. Hasilnya kami dapat RM3,000/= setiap seorang Islam yang dimurtadkan. Bayangkan pendapatan saya ketika masih dialam persekolahan.
Sewaktu Tingkatan 3 saya dan beberapa rakan mengambil m/pelajaran Agama Islam yang boleh dipilih dengan lukisan(betapa hinanya m/pelajaran ini ! setanding dengan lukisan). Saya mendapat A-3. Sewaktu tingkatan 4 saya belajar di sekolah asrama penuh. Saya terus ambil pelajaran Agama Islam. Tujuan saya untuk tahu mengenai Islam dan memmudahkan saya menyebarkan ajaran Kristian.
Saya mempunyai beberapa soalan yang saya kira tidak mampu dihuraikan oleh orang Islam. Pada suatu hari sewaktu tingkatan Enam bawah, saya bersemuka dengan Ustaz yang mengajar saya(saya panggil cikgu). "cikgu saya ada beberapa soalan, tapi saya rasa tak sesuai dikelas ini, bolehke saya kerumah cikgu..."
Ustaz itu bersedia. Lalu saya bersama beberapa rakan kerumah ustaz itu. Saya katakan "cikgu saya mahu berdialog secara ilmiah, bukan atas nama Islam,agama cikgu dan bukan atas nama Kristian,agama saya". saya kemukakan beberapa persoalan, antaranya;-
-Mengapa orang Islam sembah kaabah
-Sebenarnya semua agama sama sahaja. Nasrani, Yahudi, Kristian dan Islam adalah agama langit.
-Mengapa diakhir zaman, Nabi Isa akan turun bersama Iman Mahadi membebaskan kezaliman dan kekacauan dan bukannya Nabi Muhammad.
-Mengapa dalam sejarah dan hingga kini orang Islam suka peperangan! .
-Injil sekarang dikatakan diseleweng.Kalau begitu mana yang asalnya.
Yang menghairankan ustaz ini dapat menjawab pertanyaan saya dan kawan-kawan dengan begitu ilmiah. Saya dan kawan-kawan mati akal. Kemudian saya dibebani dengan 3 persoalan yang tidak mampu saya menjawab secara tepat.
- Apakah boleh manusia(paderi) mengampunkan dosa manusia lain.
- Persoalan ketuhanan 3 dalam 1 dan 1 dalam 3
- konsep ketuhanan Jesus.
Saya mengatur pertemuan ustaz saya dengan beberapa orang paderi, kawan-kawan bapa saya. tetapi mereka enggan. Lalu saya bawa ustaz itu kerumah saya dan bertemu bapa saya seorang ketua paderi. Ternyata bapa saya juga tidak mampu menjawab persoalan yang dibawa oleh ustaz itu. Sebaik ustaz itu pulang, bapa saya memarahi saya kerana bawa 'orang malaya' datang kerumah.
Sejak itu beberapa kali saya tidur rumah ustaz itu. Disamping mengulangkaji saya! gemar berdialog dengan ustaz itu. saya memerhatikan kehidupan ustaz itu,saya mengagumi cara hidupnya.
Suatu malam saya bermimpi didatangi 3 orang berjubah. Seorang berjubah hitam membawa salib. Seorang berjubah putih membawa bendera bertulisan jawi. Dan seorang berjubah hijau yang meminta saya membuat pilihan. Yang berjubah hitam dan berjubah putih saling menarik saya mengikuti mereka.
Saya meronta-ronta. Disamping itu saya dapati yang berjubah hitam semakin tengelam dan yang berjubah putih semakin tinggi. Sedang saya meronta-ronta, saya terjaga. Saya mendengar suara azan dan ustaz tadi berada ditepi saya dan berkata," mengapa Johanis....awak mengigau...."
Saya pegang tangan ustaz itu, saya katakan,"Cikgu Islamkan saya.........".Ustaz itu minta saya bersabar untuk dia uruskan dengan pihak tertentu. Tidak lama selepas itu saya pun di Islamkan oleh Ustaz itu.
Selesai penI! slaman saya, saya pulang ke rumah. Sampai di rumah, saya lihat pakaian saya bertabur diluar rumah. Rupanya bapa saya telah tahu. Sebaik melihat saya, bapa bergegas masuk dan keluar semula dengan mengacu senapang ke arah saya. Tiba-tiba emak menerkam dan peluru senapang meletup keatas.
Saya segera meninggalkan rumah sehelai sepinggang. Tinggalkan keluarga saya. Tinggalkan sekolah. Saya bersembunyi sekejap rumah ustaz sebelum saya dibawa oleh ustaz pulang ke semenanjung sebaik habis kontrak mengajar di Sabah.
Saya diserahkan kepada PERKIM di Kuala Lumpur. Secara kebetulan rakan saya Nazri,vokalis kumpulan Raihan juga memeluk Islam, tetapi mengikuti kumpulan Ar-Arqam. 2 lagu dalam album pertama kumpulan Raihan adalah saduran lagu koir yang kami nyanyikan dalam gereja sewaktu di Sabah dulu..
6 tahun saya di PERKIM. Saya masuk pula Maahad Tahfiz. Alhamdulillah saya dapat sijil Al-Hafiz selepas 3 ta! hun. Kemudian saya bekerja dengan Jabatan Agama Islam. Saya banyak masuk kawasan di Negeri Sembilan, Melaka dan Pahang. Tak sampai setahun saya letak jawatan.Saya sedih kerana ramai pendakwah ini nak berdakwahpun merungut duit over time. Saya rasa tiada keiklasan. Biarlah saya jadi pendakwah bebas. Saya ingin membilas dosa lalu.Saya telah ramai memurtadkan orang..kini saya mahu berjuang untuk
mengIslamkan seramai mungkin dengan kualiti bukan kuatiti saja.
Berbalik kisah keluarga saya. Selepas meninggalkan rumah dan belajar di PERKIM saya selalu telefon ayah,emak dan adik beradik saya. Saya katakan jangan bencikan saya. Saya sayang ayah.saya sayang emak.saya sayang adik beradik saya. Ayah dan emak tetap ayah emak dunia dan akhirat.
Walaupun ayah menyambut dingin suara saya, saya hantarkan buku-buku yang sesuai menerangkan tentang Islam. 7 tahun saya telefon. 7 tahun saya hantar surat dan buku-buku. saya menangis kerana rindukan ayah,emak dan adik beradik. Akhirnya, sewaktu saya di Maahad Tahfiz, bagaikan halilintar saya mendapat berita........ Ayah saya menganut Agama Islam.
Allah saja yang tahu perasaan saya ketika itu. Saya menangis dan menangis.
Saya ambil wuduk dan sujud syukur. Air mata saya menjadi terlalu
murah....saya terus menangis...saya pejamkan mata...saya bayangkan ayah
dihadapan...saya peluk erat tubuh ayah dan kami menangis bersama........Ya
Allah betapa agungnya kekuasaanMu....
Peristiwa yang saya alami sewaktu memeluk Islam turut dirasai oleh ayah saya. Dia dihalau dari rumah yang diberi oleh pihak gereja.
Kini saya pendakwah bebas. Saya sedih melihat umat Islam hari ini berpecah.Kita berpecah kerana kita meninggalkan Quran dan sunnah Rasul. Kita ambil sebahagian dan kita tinggalkan sebahagian.
Kita ambil contah pelaksanaan hukum Hudud dan Qisas. Mengapa kita cari jalan nak menentang pelaksanaanya. Sepatutnya kita cari jalan supaya dapat dilaksanakan. Inilah sikap umat Islam. Saya pernah berdialog dengan beberapa orang pensyarah universiti tentang isu Hudud & Qisas. Dia boleh sergah saya,"You apa tahu... Islampun baru setahun jagung....."
Saya sedih dengan sergahan pensyarah itu. Kalau ini sikap pendakwah saya tak akan masuk Islam. Tapi saya pilih Islam kerana saya tahu Apa itu Islam.kerana itu saya ajak menghayati Islam.
Saya kumpulkan semula kawan-kawan masa Kristian dulu. Saya berdialog tentang Islam. Saya kumpulkan derma untuk tujuan dakwah ini,untuk bergerak perlukan wang. Saya diancam oleh puak Kristian. saya juga diancam oleh umat Islam. Apa tauliah awak,mana kebenaran Jabatan Agama,mana permit polis,sapa benarkan pungut derma dll. Saya tak gentar berdialog dengan puak Kristian,kerana saya ada pengalaman tapi sukarnya bila Umat Islam sendiri menyulitkan saya.
Marilah kita awasi dakyah Kristian. Satu usaha yang agak ketara ialah di IPT. Pendakyah ini mendekati kaum muslimah,pura-pura nak belajar Islam....jatuh cinta...lalu dimurtadkan...ada yang pura-pura masuk Islam....dan dimurtadkan.
Saya sudah pergi banyak IPT. Saya paling bimbang di Universiti Putra Malaysia. Itulah satu-satunya Universiti yang ada gereja. Gereja ini antara yang aktif untuk memurtadkan orang Islam.
Saya nak nasihatkan kalau ada saudara kita terminum 'Holly Water'.Sebenarnya air ini dibuat di Vatican City. Dijampi oleh paderi termasuk Pope John Paul. Kalau terminum,
cari air kolah dari 3 masjid. Baca Al-Fatihah 1x, Yasin 1x, 3 qul 1x, dan selawat. Ambil sebahagian buat minum dan sebahagian buat mandi. InsyaAllah
mereka akan sedar dan dapat diselamatkan. insyaAllah.
Subscribe to:
Posts (Atom)